Perintah Dasar Linux

Jika anda menguasai semua perintah dasar linux dibawah ini, anda mungkin nanti bisa menjadi administrator server linux yang bisa diandalkan. Untuk perintah linux lanjutan nanti anda dapat mempelajarinya secara mandiri.

Artikel Lain: Konfigurasi Ip Address di Linux

1. man ls
Perintah “man ls” digunakan untuk meminta bantuan dalam menjalankan suatu perintah/command. Dalam windows Kita biasanya menyebutnya “Help” atau bantuan di command prompt. Untuk keluar dari perintah ini silakan tekan tombol “Q”.

2. tar xfv wordpress.tar.gz
Perintah “tar xfv” digunakan untuk mengekstrak suatu file yang berekstensi .tar.gz, dalam contoh kasus diatas perintah tersebut akan mengesktrak file yang bernama wordpress.tar.gz.

3. apt-get install unzip
Perintah “apt-get install unzip” akan sangat berguna bagi anda yang memiliki banyak sekali file didalam direktori linux anda. Fungsi perintah tersebut adalah untuk menginstall aplikasi/paket “archive” didalam linux, jika anda menggunakan windows pasti anda familiar dengan yang namanya “WinRar”, bayangkan saja ini adalah perintah untuk menginstall “WinRar” menggunakan command linux. Hal yang penting adalah anda tidak bisa langsung menginstall paket ini kecuali anda sudah terhubung ke internet/menambahkan repository dari DVD anda.

4. unzip iroot.zip
Setelah anda menginstall archiver unzip maka anda bisa menggunakan perintah “unzip” untuk mengekstrak atau mengeluarkan isi file dari dalam dokumen “.zip”. Pada contoh diatas berarti anda akan mengeluarkan isi file/direktori yang ada pada dokumen iroot.zip

5. more iroot.txt
Perintah “more” digunakan untuk melihat isi suatu file, khususnya file teks/teks programming. Pada contoh diatas anda akan melihat isi dari file “iroot.txt”.

6. cat iroot.txt
Selain menggunakan perintah “more” untuk melihat isi suatu file menggunakan command linux, anda juga dapat menggunakan perintah “cat”, pilihlah yang lebih mudah dan yang lebih cocok dengan anda, karena semua perintah walaupun tujuannya sama namun memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

7. dpkg –i iroot.deb atau dpkg –i *.deb
Perintah “dpkg –i” digunakan untuk menginstall file binary, pada contoh diatas anda akan menginstall file yang bernama “iroot.deb” ataupun jika menggunakan asterisk “*” maka akan menginstall semua file binary yang berekstensi “.deb.”

8. uname –ar
Perintah “uname –ar” digunakan untuk melihat versi kernel dari linux anda, contoh hasil dari perintah tersebut adalah: [Linux debian5 2.6.26-1-686 #1 SMP Sun Feb 07 18:29:31 UTC 2016 i686 GNU/Linux
]

9. w
Perintah “w” digunakan untuk melihat user yang sedang aktif/online/login/masuk menggunakan komputer linux kita. Contoh hasil perintah diatas adalah sbb:
USER TTY FROM LOGIN@ IDLE JCPU PCPU WHAT
root pts/0 192.168.1.11 11:11 0.00s 0.08s 0.00s w

10. mesg n dan mesg y
Perintah “mesg n” digunakan untuk menonaktifkan layanan pesan/chatting antar user di linux, sedangkan “mesg y” digunakan untuk mengaktifkan layanan pesan/chatting tersebut.

11. write sonisitez
Perintah write digunakan untuk mengirimkan pesan/chatting ke user lain, pada kasus tersebut anda akan mengirimkan pesan kepada “sonisitez”, namun sebelum mengirimkan pesan pastikan layanan pesan/chatting antar user sudah aktif dengan mengetikkan perintah “mesg y”, lalu cek user lain yang sedang online menggunakan perintah “w”, lihat siapa yang sedang aktif/online selain anda, lalu kirimi pesan dengan perintah “write nama_user”, untuk mengakhiri sesi chatting/pesan gunakan tombol keyboard [CTRL+D].

12. wall
Perintah “wall” digunakan untuk mengirimkan perintah secara massal/broadcast ke semua user di linux. Namun perlu diingat hanya super user atau (root) yang diizinkan untuk melakukan perintah “wall” ini. Sama seperti write untuk mengakhiri sesi chatting/pesan anda cukup menekan tombol [CTRL+D] secara bersamaan.

13. apt-get install links
Perintah “apt-get install links” digunakan untuk menginstall paket shell web browser, untuk mengunjungi halaman webnya silakan ketikkan perintah “links iroot.id” tanpa tanda petik, dalam kasus ini anda akan mengunjungi laman web “iroot.id”, ganti dengan laman yang ingin anda kunjungi. Perlu diingat browsing menggunakan shell web browser ini jauh sekali dengan saat kita menggunakan browser di desktop, tampilannya hanya teks yang mungkin akan membuat anda sangat bosan.

14. dmesg
Perintah “dmesg” digunakan untuk mengetahui informasi hardware dari komputer linux anda. Contoh hasil perintah diatas seperti berikut ini.
[ 24.725970] eth0: no IPv6 routers present
[ 46.257277] lp0: using parport0 (interrupt-driven).
[ 46.286542] ppdev: user-space parallel port driver
[ 52.555532] warning: `ntpd’ uses 32-bit capabilities (legacy support in use)

15. alias lihat=ls -al
Perintah “alias” digunakan untuk membuat perintah samaran, artinya anda dapat membuat sebuah perintah baru berdasarkan perintah lama yang ada, contoh: [alias baca=cat] untuk membaca isi file anda bisa menuliskan [baca nama_file.txt], atau dalam kasus diatas [alias lihat=ls -al] anda akan melihat hak akses beberapa directory system linux, berikut contoh hasilnya:
drwxr-xr-x 11 root root 0 2016-03-11 22:59 sys
drwxrwxrwt 4 root root 4096 2016-03-19 23:15 tmp
drwxr-xr-x 11 root root 4096 2016-03-27 04:25 usr

16. unalias lihat
Perintah “unalias” digunakan untuk menghapus perintah alias yang sebelumnya anda buat, contoh diatas kita menghapus fungsi alias perintah “lihat” yang telah kita buat sebelumnya.

17. cfdisk
Perintah “cfdisk” digunakan untuk melihat tabel partisi dari komputer linux anda.

18. date atau hwclock
Perintah “date” digunakan untuk melihat informasi waktu komputer linux anda, mulai dari tanggal/bulan/tahun, jam/menit hingga detik. Berikut merupakan contoh hasil perintah tersebut: Mon Mar 28 23:34:44 EDT 2011 | Mon 28 Mar 2011 11:42:14 PM EDT -1.073425 seconds.

19. eject
Perintah “eject” digunakan untuk mengeluarkan biasa kita sebut mengeject CD/DVD dari komputer linux anda.

20. history
Perintah “history” digunakan untuk melihat daftar riwayat perintah yang pernah anda gunakan sebelumnya.

21. ps
Perintah “ps” digunakan untuk menampilkan task manager, mungkin jauh berbeda dengan komputer windows, akan tetapi fungsinya hampir sama, kita dapat mengakhiri sebuah proses disitu, berikut adalah contoh untuk mengakhiri sebuah proses (mengakhiri task manager itu sendiri):
debian-server:~# ps
PID TTY TIME CMD
2957 pts/0 00:00:00 bash
3111 pts/0 00:00:00 ps
debian-server:~# kill 3111

22. tasksel
Perintah “taskel” digunakan untuk menginstall tampilan desktop anda, jika biasanya kita hanya menginstall terminal untuk kebutuhan server, namun jika membutuhkan tampilan desktopnya anda dapat menggunakan perintah “taskel” untuk menginstallnya.

23. whoami
Perintah “whoami” digunakan untuk melihat siapa anda, user biasa ataukah super user (root).

24. reboot atau init 1 atau init 6
Perintah “reboot”, “init 1”, “init 6” digunakan untuk merestart komputer anda, silakan pilih salah satu yang sesuai dengan linux anda, saya sendiri paling sering menggunakan perintah “init 6” untuk merestart komputer server.

25. init 0
Jika sebelumnya kita membahas merestart atau mereboot komputer, maka untuk mematikan komputer linux, kita dapat menggunakan perintah “init 0”.

Perintah Tingkat Lanjut Khususnya Bagi Anda Web Administrator

26. apt-get install apache2 php5 phpmyadmin
Perintah “apt-get install” digunakan untuk menginstall sebuah paket dalam linux. Dalam kasus diatas yang di install adalah paket apache2, php5 dan phpmyadmin. Dengan ketiga paket tersebut kita akan dapat membuat web server menggunakan pemrograman “.php” dan database mysql.

27. nano .htaccess / vi .htaccess / vim .htaccess
Perintah “nano, vi, vim” digunakan untuk mengedit file teks atau script yang ada pada linux. Dalam contoh diatas file “.htaccess” yang akan di edit. Jika Anda tidak dapat menggunakan salah satu perintah diatas mungkin anda harus menginstall paketnya terlebih dahulu sebelum menggunakannya, contoh untuk menginstall editor nano: “apt-get install nano”.

28. apt-get –purge remove lighttpd
Sebenarnya untuk menghapus paket, kita bisa saja menggunakan perintah “apt-get remove”, namun perintah “apt-get –purge remove” ini lebih saya sarankan untuk digunakan karena perintah akan menghapus paket yang sudah terinstall pada linux secara keseluruhan. Jika anda menggunakan “Windows” Anda pasti familiar dengan “Recycle Bin”, nah jika menggunakan “–purge” maka aplikasi akan dihapus permanen. Dalam kasus diatas “lighthttpd” yang akan di uninstall paketnya secara keseluruhan.

29. rsync -a webanda/* iroot/
Perintah “rsync -a” digunakan untuk mereplace atau mengganti dokumen maupun file lama dengan dokumen atau file yang baru. Pada contoh kasus diatas kita akan mereplace semua dokumen atau file yang ada pada folder “iroot” dan mengganti isinya dengan semua dokumen dan file yang ada pada folder “webanda”.

30. mv iroot.zip webku/
Perintah “mv” dapat digunakan untuk memindah maupun mengcopy file dan dokumen ke dalam sebuah folder yang Kita tentukan. Contoh kasus diatas Kita memindahkan file “iroot.zip” kedalam folder “webku”.

31. cp .htaccess backup.htaccess
Perintah “cp” digunakan untuk mengcopy sebuah file atau dokumen. Hal ini sering dilakukan jika Kita akan membackup file atau dokumen Kita sebelum mengeditnya. Dalam kasus diatas Kita mengcopy file “.htaccess” menjadi “backup.htaccess”. Lakukan hal ini jika anda ingin mengubah sebuah file yang sangat penting atau berisiko tinggi jika rusak.

32. zip -r iroot codes
Perintah “zip -r” digunakan untuk mengcompress dokumen, file ataupun folder kedalam bentuk archive “.zip”. Hal ini juga sering dilakukan untuk membuat backup dari file yang Kita miliki. Pada contoh perintah diatas, direktori “codes” dan semua file didalamnya akan di copy dan dijadikan satu bernama “iroot.zip”.

33. service apache2 restart
Perintah “restart” digunakan untuk merestart ulang suatu service. Hal ini sering digunakan untuk mengaktifkan konfigurasi baru atau perubahan pada service yang telah kita konfigurasi. Pada perintah diatas adalah merestart service dari “apache”.

34. wget https://iroot.id/files/linux.zip
Perintah “wget” digunakan untuk mengunduh/mendownload file yang ada di internet. Pada perintah diatas Kita akan mengunduh/mendownload file “linux.zip”.

35. stat -c %a iroot
Perintah “stat -c %a” digunakan untuk melihat hak akses suatu file atau direktori linux dalam bentuk karakter ASCII. Hal ini sangat penting bagi Anda para Administrator untuk memudahkan dalam managemen hak akses direktori. Pada contoh diatas Kita akan menampilkan hak akses dari direktori “iroot”.

36. chmod -R 777 .htaccess
Sebelumnya jika perintah “stat -c %a” digunakan untuk melihat hak akses file/direktori, maka perintah “chmod” digunakan untuk memberikan hak akses kedalam file maupun direktori yang ada pada komputer linux Kita. Contoh pada perintah tersebut Kita akan memberikan hak akses 777 ke file .htaccess, namun jangan dilakukan pada .htaccess web anda, jika 777 berarti akan editable atau public full access, jadi akan berisiko jika semua orang yang tidak bertanggung jawab dapat melihat dan mengeditnya, jika anda menggunakan 755 akan bersifat read only, hanya bisa dibaca, silakan anda pelajari tentang hak akses file pada komputer/web.

37. a2ensite website
Perintah “a2ensite” digunakan untuk mengaktifkan konfigurasi VirtualHost yang telah kita buat didalam direktori “apache” server linux Kita. Hal ini sering dilakukan untuk mengaktifkan VirtualHost baru yang telah dibuat. Pada perintah diatas adalah mengaktifkan VirtualHost “website”.

38. a2dissite default
Jika perintah “a2ensite” digunakan untuk mengaktifkan konfigurasi VirtualHost baru yang telah Kita buat, maka perintah “a2dissite” digunakan untuk menonaktifkan konfigurasi VirtualHost yang sedang aktif. Pada perintah diatas Kita akan menonaktifkan VirtualHost “default”.

39. a2enmod write
Perintah “a2enmod” digunakan untuk mengaktifkan sebuah module yang ada pada linux. Hal ini akan sangat berguna saat Anda membuat blog wordpress, karena module “write” ini dibutuhkan agar permalink wordpress dapat berfungsi. Pada perintah diatas Kita akan mengaktifkan module “write”.

40. a2dismod security
Perintah “a2dismod” adalah kebalikan dari perintah “a2enmod”. Perintah ini digunakan untuk menonaktifkan sebuah module yang ada pada linux atau lebih tepatnya pada paket bawaan Apache Server. Pada perintah diatas Kita akan menonaktifkan “mod-security” pada Apache Server.

41. mkdir iroot
Perintah “mkdir” digunakan untuk membuat sebuah direktori pada linux. Pada perintah diatas Kita akan membuat direktori dengan nama “iroot”.

42. rm -rf soni
Perintah “rm -rf” digunakan untuk menghapus file atau direktori. Untuk direktori yang ada isinya maka perlu menggunakan “-rf”, namun jika direktori kosong, Anda cukup menggunakan perintah “rm”. Pada perintah diatas Kita akan menghapus direktori “soni” beserta file didalamnya.

43. touch iroot.php
Perintah “touch” digunakan untuk membuat sebuah file. Hal ini sangat sering digunakan Web Administrator jika ingin membuat file (.php,.html dan lain sebagainya). Mode penulisannya harus ditulis lengkap beserta ekstensi file, seperti contoh diatas Kita akan membuat file yang bernama “iroot.php”.

44. ls iroot/
Perintah “ls” digunakan untuk melihat isi dari direktori komputer linux. Perintah ini mutlak harus diketahui oleh Administrator, karena penting untuk menjaga keamanan system linux apakah tidak ada file yang hilang atau disusupi. Dalam contoh diatas Kita akan melihat isi dari folder “soni”.

45. wget –no-check-certificate https://iroot.id/files/web.zip
Jika anda gagal mendownload file yang ada di internet karena masalah keamanan SSL, cobalah gunakan perintah “wget –no-check-certificate” untuk mendownloadnya. Perintah ini digunakan untuk membypass SSL Error, namun jika tidak error pada SSL, anda dapat menggunakan perintah “wget” saja untuk mendownload file dari internet.

46. ping iroot.id
Perintah “ping” digunakan untuk mengecek koneksi antara komputer kita dengan komputer lain. Contoh perintah diatas akan mengecek ketersambungan antara komputer localhost dengan komputer server yang ada pada domain “iroot.id”.

47. ifconfig
Perintah “ifconfig” digunakan untuk mengetahui konfigurasi dari IP Address komputer linux Kita. Mirip dengan Windows, namun jika di Windows Kita menggunakan “ipconfig”. Untuk mengaktifkan ethernet di komputer linux, anda dapat menggunakan perintah ifup, contoh: #ifup eth0 atau #ifconfig eth1 up.

48. date –set 2016-11-27
Perintah “date” digunakan untuk mengatur ulang ataupun merubah waktu pada linux Kita. Pada perintah diatas kita akan merubah waktu ke tanggal 27 bulan 11 tahun 2016 format (yyyy-mm-dd).

49. date –set 11:33:00
Jika perintah “date” sebelumnya untuk merubah tanggal, maka perintah “date” ini digunakan untuk merubah waktu/jam. Pada contoh diatas Kita akan merubah jam ke 11.33.00 format (hh.mm.ss).

50. ifconfig | more iroot.txt
Perintah yang saya maksud diatas adalah pada bagian ini “|” biasa di sebut multiple command atau pipelening dalam linux, artinya kita bisa menggabungkan beberapa perintah dalam sebuah command. Pada contoh diatas Kita melihat konfigurasi ip address dengan perintah “ifconfig” lalu langsung dilanjutkan dengan perintah “more” untuk mebaca file iroot.txt.

Keterangan: Jika ada tanda “–” pada perintah, berarti ini tanda dash 2x atau tanda “-” 2x, pos wordpress tidak support jadi mohon menyesuaikan, atau anda bisa mendownload ebooknya agar lebih jelas.

[Download Versi Ebook]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *